Sabtu, 09 Maret 2013

Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar

KATA PENGANTAR

            Segala puji hanya milik Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad SAW., kepada keluarga, sahabat, dan kepada seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Mengingat begitu besarnya sumbangsih peran pendidikan dalam perkembangan sosial kehidupan manusia maka kehidupan anak dalam menelusuri perkembangannya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
Makalah ini memaparkan konsep perkembangan sosial anak sekolah dasar, faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial, karakteristik perkembangan social pada anak, dan manfaat mempelajari perkembangan sosial anak sekolah dasar. Makalah ini merupakan tugas kelompok yang disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik yang dibina oleh Syarif Hendrayana S.Pd, M.Pd.
Akhirul kalam, terimakasih kepada rekan-rekan mahasiswa yang telah banyak membantu kami atas sumbangsih pemikiran berharga bagi penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses penyelenggaraan pendidikan. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan guna kelengkapan makalah ini. Sesungguhnya hanya Allah Dzat Yang Maha Sempurna.
Purwakarta, Februari 2013

Penulis




i
 
 


DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR ........................................................................................ i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB I  PENDAHULUAN ………………………………………………….... 1
A.       Rasional. ............................................................................................. 1
B.        Rumusan Masalah ............................................................................... 2
C.        Tujuan Penulisan.............................................................................. ... 2
D.       Prosedur Pemecahan Masalah.............................................................. 3
E.        Sistematika Penulisan ...................................................................... ... 3
BAB II  PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK SD ………………………..... 4
A. Pengertian Perkembangan Sosial............................................................ 4
B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial .................... 5
C. Karakteristik Perkembangan Sosial Anak SD ....................................... 7
D. Tujuan Mempelajari Perkembangan Sosial Anak SD ........................... 10
BAB III KESIMPULAN .................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ iii













ii
 
 
BAB  I
PENDAHULUAN


A.  Rasional
Menurut Yusuf (2008:180) Perkembangan Sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan social. Dapat juga dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi dan moral (agama).
Sedangkan menurut Muijs dan Reynolds (2008:201) Hubungan sebaya sangat penting bagi perkembangan anak. Teman memberikan companionship (perkawanan) dan dukungan, memungkinkan anak untuk mengambil bagian di dalam kegiatan-kegiatan sosial-rekreasional yang tidak dapat dilakukan sendiri, yang penting bagi perkembangan keterampilan sosial anakPendidikan yang baik tentu akan memberi sumbangan yang baik pula pada semua bidang pertumbuhan individu.
 Menurut Sunarto dan Hartono (2006:126) Lingkungan sosial memberikan banyak pengaruh terhadap pembentukan berbagai aspak kehidupan, terutama kehidupan sosio-psikologis. Manusia sebagai makhluk sosial, senantiasa berhubungan dengan sesama manusia. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian terhadap lingkungan kehidupan sosial, bagaimana seharusnya seseorang hidup dalam kelompoknya, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok masyarakat luas.



1
 
 
2
 
 Mengingat begitu besarnya sumbangsih peran pendidikan dalam perkembangan sosial kehidupan manusia maka kehidupan anak dalam menelusuri perkembangannya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak-anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
       Berdasarkan redaksi diatas maka dianggap perlu disusun sebuah makalah dengan judul Perkembangan Sosial Anak Sekolah Dasar.

B.     Rumusan masalah
       Dalam makalah ini perlu kiranya untuk merumuskan permasalahan agar sistematik dan spesifik dalam memberikan arah permasalahan. Adapun rumusan masalah sebagai berikut:
1.        Apa yang dimaksud dengan perkembangan sosial anak sekolah dasar?
2.        Apa saja faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak sekolah dasar?
3.        Bagaimana karakteristik perkembangan sosial anak sekolah dasar?
4.        Untuk apa guru mempelajari perkembangan sosial anak sekolah dasar?

C.    Tujuan Penulisan
       Tujuan yang hendak dicapai pada penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.    Mengetahui pengertian perkembangan sosial anak sekolah dasar
2.    Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak sekolah dasar
3.    Mengetahui karakteristik perkembangan sosial anak sekolah dasar
4.   
3
 
Mengetahui tujuan guru mempelajari perkembangan sosial anak sekolah dasar.
D.  Prosedur Pemecahan Masalah
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan pada rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka penulis akan menempuh langkah-langkah yang diperlukan yang diantaranya sebagai berikut :
1.        Studi literatur, yaitu dengan cara mengumpulkan buku-buku yang berkaitan dengan materi.
2.        Memilih dan memilah serta mempelajari dan menganalisis data literatur yang telah diperoleh.
3.        Membuat makalah.

E.  Sistematika Penulisan
       Bab I Pendahuluan yang meliputi rasional, rumusan masalah, tujuan penulisan, prosedur pemecahan masalah, dan sistematika penulisan.
       Bab II Tinjauan pustaka yang meliputi Pengertian Perkembangan Sosial,  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial, Karakteristik Perkembangan Sosial Anak SD, Tujuan Mempelajari Perkembangan Sosial Anak SD,
       Bab III Kesimpulan








BAB II
PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK SEKOLAH DASAR

A.  Pengertian  Perkembangan Sosial
       Menurut Yusuf (2008:180) Perkembangan Sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi dan moral (agama). Perkembangan sosial pada anak sekolah dasar ditandai dengan adanya perluasan hubungan, disamping dengan keluarga juga dia mulai membentuk ikatan baru dengan teman sebaya (peer group) atau teman sekelas, sehingga ruang gerak hubungan sosialnya telah bertambah luas.
       Pada awal manusia dilahirkan belum bersifat sosial, dalam artian belum memiliki kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Kemampuan sosial anak diperoleh dari berbagai kesempatan dan pengalaman bergaul dengan orang-orang dilingkungannya.
       Kebutuhan berinteraksi dengan orang lain telah dirsakan sejak usia enam bulan, disaat itu mereka telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang.
       Menurut Sunarto dan Hartono (2006:128) Hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Hubungan sosial mulai dari tingkat sederhana dan terbatas, yang didasari oleh kebutuhan yang sederhana. Semakin dewasa dan bertambah umur, kebutuhan manusia menjadi kompleks dan dengan demikian tingkat hubungan sosial juga berkembang amat kompleks.
4
 
       Menurut Piaget yang dikutip Sunarto dan Hartono (2006:127) mengungkapkan bahwa interaksi sosial anak pada tahun pertama sangat terbatas, terutama hanya dengan ibunya. Perilaku sosial anak tersebut berpusat pada akunya atau egocentric dan hamper keseluruhan perilakunya berpusat pada dirinya.
5
 
       Kebutuhan bergaul dan berhubungan dengan orang lain ini telah dirasakan sejak anak berumur enam bulan, di saat anak itu telah mampu mengenal manusia lain, terutama ibu dan anggota keluarganya. Semakin dewasa atau sekitar usia sekolah dasar, anak berinteraksi dengan sebayanya, anak akan belajar tentang bagaimana bergabung dengan kelompok, menjalin pertemanan baru, menangani konflik, dan belajar bekerja sama. Jadi, ada semacam lingkaran setan bagi sebagian anak, dalam arti bahwa keterampilan sosial yang kurang menyulitkan mereka untuk bergabung dengan kelompok sebayanya, yang pada gilirannya menghambat perkembangan keterampilan sosialnya.
       Dari beberapa pengertian diatas dapat dimengerti bahwa semakin bertambah usia anak maka semakin kompleks  perkembangan sosialnya, dalam arti mereka semakin membutuhkan orang lain. Tidak dipungkiri lagi bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan mampu hidup sendiri, mereka butuh interaksi dengan manusia lainnya, interaksi sosial merupakan kebutuhan kodrati yang dimiliki oleh manusia.
     
B.  Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Anak
       Faktor yang dapat mengganggu proses sosialisasi anak, menurut Soetarno dalam Shinta (16: http://www.slideshare.net/shinta1304/perkembangan-sosial-anak-usia-sd) berpendapat bahwa ada dua faktor utama yang mempengaruhi perkembangan sosial anak, yaitu faktor lingkungan keluarga dan faktor dari luar rumah atau luar keluarga. Penjelasan dari dua faktor tersebut adalah:
1.    Faktor  Keluarga
       Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan sosial anak. Diantara faktor yang terkait dengan keluarga dan yang banyak berpengaruh terhadap perkembangan sosial anak adalah hal-hal yang berkaitan dengan: (a) Status sosial ekonomi keluarga, (b) Keutuhan keluarga, dan (c) Sikap dan kebiasaan orang tua.


6
 
2.  Faktor Lingkungan Luar Keluarga
       Pengalaman sosial awal diluar rumah melengkapi pengalaman didalam rumah dan merupakan penentu yang penting bagi sikap sosial dan pola perilaku anak. Sedangkan menurut Hurlock (1978:44) menambahkan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial anak, yaitu faktor pengalaman awal yang diterima anak. Pengalaman sosial awal sangat menentukan perilaku kepribadian selanjutnya.
a.       Faktor teman sebaya
       Makin bertambah umur, si anak makin memperoleh kesempatan lebih luas untuk mengadakan hubungan-hubungan dengan teman-teman sebayanya, sekalipun dalam kenyataannya perbedaan-perbedaan umur yang relatif besar tidak menjadi sebab tidak adanya kemungkinan melakukan hubungan-hubungan dalam suasana bermain.
b.      Keragaman budaya
       Bagi perkembangan anak didik keragaman budaya sangat besar pengaruhnya bagi mental dan moral mereka. Ini terbukti dengan sikap dan prilaku anak didik selalu dipengaruhi oleh budaya-budaya yang ada di lingkungan tempat tinggal mereka. Pada masa-masa perkembangan, seorang anak didik sangat mudah dipengaruhi oleh budaya-budaya yang berkembanga di masyarakat, baik budaya yang membawa ke arah prilaku yang positif maupun budaya yang akan membawa ke arah prilaku yang negatif.
c.       Media Massa
       Media massa adalah faktor lingkungan yang dapat merubah atau mempengaruhi prilaku masyarakat melalui proses-proses. Media massa juga sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan seseorang, dengan adanya media massa, seorang anak dapat mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan dengan pesat. Media massa dapat merubah prilaku seseorang ke arah positif dan negatif.

7
 
       Sekolah juga mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan sikap sosial anak, karena selama masa pertengahan dan akhir anak-anak. Anak-anak menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah sebagai anggota suatu masyarakat kecil yang harus mengerjakan sejumlah tugas dan mengikuti sejumlah aturan yang menegaskan dan membatasi perilaku, perasaan dan sikap mereka (Santrock dalam Sinolungan)
             Faktor Pendukung perkembangan anak, antara lain : (1) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut, (2) Peran aktif orang tua, (3) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak, (4) Peran aktif anak, (5) Pendidikan orang tua.
       Di sekolah, guru membimbing perkembangan kemampuan sikap, dan hubungan sosial yang wajar pada peserta didiknya. Hubungan sosial yang sehat dalam sekolah dan kelas seyogyanya diprogram, dikreasikan, dan dipelihara bersama-sama dalam belajar, bermain dan berkompetisi sehat. Sekolah mengupayakan layanan bimbingan kepada peserta didik. Bimbingan selain untuk belajar adalah untuk penyesuaian diri ke dalam lingkungan atau juga penyerasian terhadap lingkungannya. Kepada siswa diajarkan tentang disiplin dan aturan melalui keteraturan atau conformity yang disiratkan dalam tiap pelajaran (Sinolungan, 2001:72).
       
C.      Karakteristik Perkembangan Sosial Anak SD
       Berikut adalah karakteristik perkembangan sosial anak pada usia sekolah dasar yaitu minat terhadap kelompok makin besar, mulai mengurangi keikutsertaannya pada aktivitas keluarga. Pengaruh yang timbul pada keterampilan sosialisasi anak diantaranya berikut ini:
1.    Membantu anak untuk belajar bersama dengan orang lain dan bertingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok,
2.    Membantu anak mengembangkan nilai-nilai sosial lain diluar nilainya, dan
3.    Membantu mengembangkan kepribadian yang mandiri dengan mendapatkan kepuasan emosional dari rasa berkawan.
8
 
       Menurut Hurlock (1978:44) mengemukakan ada beberapa pola perilaku dalam situasi sosial pada awal masa anak-anak yaitu sebagai berikut: kerja sama, persaingan, kemurahan hati, hasrat akan penerimaan sosial, simpati, empati, ketergantungan, sikap ramah, meniru, perilaku kedekatan.
       Perkembangan sosial yang di alami anak adalah proses penerimaan social. Berkenan dengan penerimaan sosial Hurlock (1978:46) mengemukakan beberapa tahapan (stage) dalam penerimaan kelompok teman sebaya adalah sebagai berikut:
1.    Reward Cost Stage
Pada stage ini ditandai adanya harapan yang sama, aktivitas yang sama dan kedekatan.
2.    Normative Stage
Pada stage ini ditandai oleh dimilik nilai yang sama, sikap terhadap aturan, dan sanksi yang diberikan biasanya terjadi pada anak kelas 4 dan 5.
3.    An Emphatic Stage
Pada Stage ini di miliknya pengertian, pembagian minat, self disclosure adanya kedekatan yang mulai mendalam di kelas 6.
       Melalui pergaulan atau hubungan sosial, baik dengan orang tua, anggota keluarga, orang dewasa lainnya maupun teman bermainnya, anak Usia Sekolah Dasar mulai mengembangkan bentuk-bentuk tingkah laku sosial, diantaranya:
1.    Pembangkangan (Negativisme)
Bentuk tingkah laku melawan. Tingkah laku ini terjadi sebagai reaksi terhadap penerapan disiplin atau tuntutan orang tua atau lingkungan yang tidak sesuai dengan kehendak anak. Sikap orang tua terhadap anak seyogyanya tidak memandang  pertanda mereka anak yang nakal, keras kepala, tolol atau sebutan negatif lainnya, sebaiknya orang tua mau memahami sebagai proses perkembangan anak dari sikap dependent menuju kearah independent.
2.    Agresi (Agression)
Yaitu perilaku menyerang balik secara fisik (nonverbal) maupun kata-kata (verbal). Agresi merupakan salah bentuk reaksi terhadap rasa frustasi (rasa kecewa karena tidak terpenuhi kebutuhan atau keinginannya). Biasanya bentuk ini diwujudkan dengan menyerang seperti ; mencubit, menggigit, menendang dan lain sebagainya. Sebaiknya orang tua berusaha mereduksi, mengurangi agresifitas anak dengan cara mengalihkan perhatian atau keinginan anak. Jika orang tua menghukum anak yang agresif maka egretifitas anak akan semakin memingkat.
3.   
9
 
Berselisih (Bertengkar)
Sikap ini terjadi jika anak merasa tersinggung atau terganggu oleh sikap atau perilaku anak lain.
4.    Menggoda (Teasing)
Menggoda merupakan bentuk lain dari sikap agresif, menggoda merupakan serangan mental terhadap orang lain dalam bentuk verbal (kata-kata ejekan atau cemoohan) yang menimbulkan marah pada orang yang digodanya.
5.    Persaingan (Rivaly)
Yaitu keinginan untuk melebihi orang lain dan selalu didorong oleh orang lain. yaitu persaingan prestice  (merasa ingin menjadi lebih dari orang lain).
6.    Kerja sama (Cooperation)
Yaitu sikap mau bekerja sama dengan orang lain.
7.    Tingkah laku berkuasa (Ascendant behavior)
Yaitu tingkah laku untuk menguasai situasi sosial, mendominasi atau bersikap bossiness. Wujud dari sikap ini adalah ; memaksa, meminta, menyuruh, mengancam dan sebagainya.
8.    Mementingkan diri sendiri (selffishness)
Yaitu sikap egosentris dalam memenuhi interest atau keinginannya.
9.    Simpati (Sympathy)
Yaitu sikap emosional yang mendorong individu untuk menaruh perhatian terhadap orang lain mau mendekati atau bekerjasama dengan dirinya.



D. 
10
 
Tujuan Mempelajari Perkembangan Sosial Anak SD
       Seorang guru harus mengetahui tentang perkembangan sosial anak karena sangat berpengaruh terhadap tingkah laku seorang anak. Manfaat mempelajari psikologi perkembangan yang di dalamnya terdapat meteri perkembangan social anak sekolah dasar bagi guru atau calon guru, yaitu sebagai berikut :

1.    Guru/calon guru dapat menghadapi anak didiknya secara tepat sesuai dengan sifat-sifat khas yang ditampilkan anak didiknya itu. Sebagi contoh : anak berumur 6-12 tahun yang perkembangannya normal menunjukkan tingkah laku produktif tinggi. Pada periode ini anak ingin berbuat sesuatu yang menunjukkan hasil, memiliki ide yang banyak, yang ingin ditampilkannya. Oleh karena itu guru hendaknya memberi kesempatan dan rangsangan agar anak dapat mengembangkan berbagai keterampilan.
Guru/calon guru dapat Guru/calon guru dapat menghadapi anak didiknya secara tepat sesuai dengan sifat-sifat khas yang ditampilkan anak didiknya itu.
Guru/calon guru dapat
2.    memilih dan menentukan tujuan materi dan strategi belajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan intelektual anak didik. Siswa sekolah dasar khususnya kelas rendah, sedang dalam tahap berfikir konkrit permulaan. Oleh karena itu tujuan belajar hendaknya yang sederhana dan dalam bentuk tingkah laku yang jelas. Demikian pula materi belajar hendaknya terkait dengan pengalaman anak yang ada disekitarnya. Contoh : Anak dalam belajar membaca, maka materi belajar hendaknya terdiri dari kata-kata yang pernah dialami atau dipahami anak melalui pengalaman lingkungannya.
3.    Guru/calon guru dapat menghadapi anak dengan benar dalam bentuk tingkah laku yang benar. Guru yang mempelajari psikologi perkembangan menyadari bahwa anak yang dihadapinya adalah sedang dalam proses perkembangan. Contoh : Wajarlah anak melakukan kesalahan dalam tingkah laku, karena kekurang tahuan dan kekurang mampuannya.
4.    Guru/calon guru dapat terhindar dari pemahaman yang salah tentang anak, khususnya mengenai keragaman proses perkembangan anak mempengaruhi kemampuannya dalam belajar. Ada anak yang cepat dan ada anak yang lambat perkembangan kemampuannya. Sebagai contoh : memperlakukan anak di dalam kelas tidaklah sama, karena pada prinsipnya akan kita jumpai paling tidak tiga kelompok anak taraf kemampuan yang berbeda yaitu anak yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. 
11
 
 






















BAB III
KESIMPULAN
 Dapat disimpulkan bahwa,
1.    Perkembangan Sosial adalah pencapaian kematangan dalam hubungan sosial. Dapat juga dikatakan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan norma-norma kelompok, tradisi dan moral (agama). Perkembangan sosial pada anak sekolah dasar ditandai dengan adanya perluasan hubungan, disamping dengan keluarga juga dia mulai membentuk ikatan baru dengan teman sebaya (peer group) atau teman sekelas, sehingga ruang gerak hubungan sosialnya telah bertambah luas.
2.    Ada dua faktor utama yang mempengaruhi perkembangan sosial anak, yaitu faktor lingkungan keluarga dan faktor dari luar rumah atau luar keluarga. Dan Faktor Pendukung perkembangan anak, antara lain : (a) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut, (b) Peran aktif orang tua, (c) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak, (e) Peran aktif anak, (f) Pendidikan orang tua.
3.    Karakteristik perkembangan sosial anak pada usia sekolah dasar yaitu minat terhadap kelompok makin besar, mulai mengurangi keikutsertaannya pada aktivitas keluarga. Pengaruh yang timbul pada keterampilan sosialisasi anak diantaranya berikut ini:
a.       Membantu anak untuk belajar bersama dengan orang lain dan bertingkah laku yang dapat diterima oleh kelompok,
b.      Membantu anak mengembangkan nilai-nilai sosial lain diluar nilainya, dan
c.       Membantu mengembangkan kepribadian yang mandiri dengan mendapatkan kepuasan emosional dari rasa berkawan.
4.   
12
 
Seorang guru harus mengetahui tentang perkembangan sosial anak karena sangat berpengaruh terhadap tingkah laku seorang anak. Guru/calon guru dapat menghadapi anak didiknya secara tepat sesuai dengan sifat-sifat khas yang ditampilkan anak didiknya itu, Guru/calon guru dapat memilih dan menentukan tujuan materi dan strategi belajar yang sesuai dengan tingkat kemampuan intelektual anak didik, Guru/calon guru dapat menghadapi anak dengan benar dalam bentuk tingkah laku yang benar, dan Guru/calon guru dapat terhindar dari pemahaman yang salah tentang anak, khususnya mengenai keragaman proses perkembangan anak mempengaruhi kemampuannya dalam belajar.
13
 
 


















DAFTAR PUSTAKA

Hartono dan Sunarto. (2006). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka  Cipta Jakarta.
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi Perkembangan; Suatu pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan, Diterjemahkan oleh Istiwidayanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.
Muijs dan Reynolds. (2008). Effective Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sinolungan, A. E. (2001). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Manado: Universitas Negeri Manado.
______. (2011). Perkembangan Sosial Anak Usia SD. [Online]. Tersedia: http://www.slideshare.net/shinta1304/perkembangan-sosial-anak-usia-sd/[16-2-2013].
______. (2011). Perkembangan Sosial Anak Usia SD/MI. [Online]. Tersedia: http://adibazhamutiara.blogspot.com/2011/03/perkembangan-sosial-anak-usia-sdmi.html/[16-2-2013].



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar